Tips Membuat Perencanaan Studi

Tips Membuat Perencanaan Studi

Perencanaan adalah suatu hal penting yang harus dilakukan untuk meraih target yang diinginkan. Terlebih lagi bila Anda adalah salah satu pelajar yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi dengan beasiswa luar negeri. Perjuangan keras yang telah dilakukan untuk meraih beasiswa harus disertai pula dengan perencanaan studi yang matang bila kelak tak ingin kesempatan tersebut berakhir sia-sia.

Karena itu selagi di luar negeri, buatlah perencanaan studi yang hendak Anda lakukan. Manfaatkanlah fasilitas dan sarana yang tersedia untuk membuat sebuah perencanaan yang matang. Susun pula strategi belajar yang harus Anda lakukan untuk menempuh perkuliahan yang padat dan berat. Berikut ini gambaran strategi secara garis besar agar studi berjalan dengan baik:

Aktif dalam kegiatan di dalam dan di luar kelas

Kegiatan tatap muka di dalam kelas umumnya hanya berlangsung selama jam dan hari kerja yaitu Senin sampai Jum’at. Sedangkan kegiatan di luar kelas seperti percobaan atau penelitian dapat berlangsung sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Pada kegiatan tatap muka ini para mahasiswa hanya mencatat garis besar materi saja, selanjutnya rincian materi tersebut dicari sendiri melalui fasilitas dan sarana yang telah disediakan di setiap universitas.

Mengikuti kegiatan kelompok

Kegiatan kelompok biasanya dilakukan baik secara formal maupun secara informal dan dengan inisiatif mahasiswa sendiri. Kegiatan semacam ini biasanya dilakukan untuk mendiskusikan setiap materi perkuliahan yang telah diterima.

Melakukan pendekatan dalam pengembangan bidang ilmu

Penelusuran referensi materi merupakan langkah awal untuk mengembangkan suatu ilmu. Dalam kegiatan studi pustaka ini dapat diketahui perkembangan bidang ilmu tersebut dan bagian-bagiannya yang masih perlu dikembangkan, maka selanjutnya dilakukan percobaan atau penelitian untuk mendapatkan kebenaran tentang materi ini.

Perbandingan antara hasil percobaan dengan hasil-hasil yang telah dilakukan sebelumnya dapat menyimpulkan perkembangan materi tersebut. Tahap selanjutnya adalah melalui seminar atau workshop. Kedua aktivitas ini harus secara aktif diikuti.

Melakukan pendekatan dalam penulisan makalah ilmiah

Penulisan makalah ilmiah pada umumnya didukung dari hasil penelitian. Sebelum dilakukan penyusunan makalah ilmiah, garis besar isi makalah tersebut harus disusun terlebih dahulu. Garis besar ini menggambarkan urutan-urutan dan isi makalah yang hendak dijabarkan. Garis besar isi suatu makalah ilmiah terdiri dari cara atau metode kerja, perbandingan referensi, pembahasan hasil percobaan atau penelitian dan kesimpulan. Untuk komponen-komponen biasanya pihak universitas mengadakan kursus atau pelatihan penulisan akademik yang bisa diikuti tanpa dikenakan biaya.

Mendiskusikan konsep tesis dan desertasi

Biasanya konsep awal adalah penulisan hasil atau data penelitian yang telah didiskusikan dengan pembimbing. Diskusi ini dilakukan setiap kali hasil tersebut diperoleh. Dari diskusi inilah lantas disusun sebuah laporan penelitian, tesis atau desertasi. Dalam diskusi tersebut perlu dibahas mengenai konsep secara umum, isi setiap bab dan pembahasan data yang diperoleh di setiap bab. Diskusi ini dilakukan bagian demi bagian atau bab demi bab. Diskusi ini bisa dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali untuk setiap bab yang disusun.

Melaksanakan kegiatan akademis

Pada dasarnya seluruh kegiatan akademik dapat dilakukan sesuai dengan program yang telah disusun oleh setiap mahasiswa dengan tepat waktu. Karena itu latihlah diri untuk membuat jadwal kegiatan setiap hari dan menetapkan target-target yang hendak dicapai. Selain itu pengaturan waktu merupakan suatu hal mutlak yang perlu dilakukan, terutama bagi mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.

Karena pada umumnya mahasiswa seperti ini tidak terikat dengan program-program yang dijadwalkan. Jangan lupa untuk melakukan evaluasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan dan juga pada kegiatan-kegiatan baru yang hendak dijalankan.

Melakukan kegiatan publikasi ilmiah dan seminar

Kegiatan publikasi ilmiah dan seminar ini perlu dilakukan oleh mahasiswa yang sedang melakukan penelitian. Biasanya dengan bantuan pembimbing, publikasi bisa dilakukan di berbagai majalah ilmiah. Sementara itu seminar pada jurusan masing-masing biasanya merupakan syarat yang wajib dipenuhi oleh para mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa program penelitian. Dalam penyusunan materi seminar ini peranan pembimbing sangatlah besar. Karena itu jalin komunikasi yang baik dengan pembimbing.

Melakukan persiapan akademis untuk menghadapi ujian

Mahasiswa perlu melakukan persiapan menghadapi ujian jauh-jauh hari. Seperti pemahaman materi yang ditulisnya, melakukan pendaftaran ke panitia ujian di universitas dan juga menyerahkan konsep tesis yang telah disetujui oleh pembimbing.

Melakukan persiapan untuk perpanjangan program

Pastinya setiap mahasiswa memiliki harapan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan yang ditempuhnya sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Biasanya para mahasiswa yang mengikuti program S2 dengan paket kuliah bisa menyelesaikan pendidikan mereka sesuai dengan perencanaanya. Tetapi hal ini akan sulit diwujudkan oleh para mahasiswa yang mengikuti program penelitian. Karena itu sebaiknya diskusikan dengan pembimbing mengenai kemungkinan suatu program dapat diselesaikan pada waktu tertentu sebab hal ini berkaitan dengan ijin tinggal dan keuangan terutama bagi mahasiswa yang memperoleh beasiswa. Sebaiknya lakukan diskusi tersebut minimal enam bulan sebelum masa akhir study yang telah direncanakan sehingga bila terjadi perpanjangan studi maka mahasiswa bisa melakukan antisipasi mengenai ijin tinggal dan keuangan.