Teater Jepang

Teater Jepang

Seni Teater Jepang

Sepanjang sejarahnya Jepang telah menyerap banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat istiadat dan bentuk-bentuk pengungkapan kebudayaan. Jepang telah menggembangkan budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar. Gaya hidup orang Jepang dewasa ini merupakan perpaduan budaya tradisional dibawah pengaruh budaya Asia dan budaya modern Barat.

Seni Teater Tradisonal

Seni teater Jepang tradisional yang masih terpelihara dewasa ini adalah sebagai berikut:

Noh

Noh adalah bentuk teater musikal yangn tertua di Jepang. Noh berasal dari Cina pada abad ke 8 selama periode Nara. Pada masa sekarang, Noh dipentaskan di panggung berbeda dengan zaman dulu dimana Noh dipentaskan dihalaman kuil (jinja).

Pertunjukkan Noh terbagi dua yaitu Noh modern dan Noh fiksi. Noh modern (genzai noh) tokoh yang muncul semuanya orang yang hidup pada zaman sekarang. Noh biasanya bercerita mengenai cerita masa lalu. Perceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog tapi juga dengan utai (nyanyian), hayashi (iringan musik) dan taria-tarian.

Ciri khas lainnya adalah sang aktor utama yang berpakaian kostum sutera bersulam warna-warni dan mengenakan topeng kayu berlapis lacquer (sejenis cat). Topeng-topeng itu menggambarkan tokoh-tokoh seperti jômen (orang yang sudah tua), onna men (topeng untuk peran wanita muda), hannya (topeng untuk iblis wanita), kitsune (topeng serigala) dan ebisu (dewa kebahagiaan.

Kabuki

Kabuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada awal abad ke 17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostum yang super mewah, make up yang mencolok (kumadori) serta penggunaan peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di panggung. Kabuki mulai bersamaan dengan mulainya pemerintahan Edo. Kata Kabuki berasal dari kata kabuku yang berarti tidak lazim, tidak biasa.

Pada umumnya Kabuki merupakan seni panggung Jepang yang mempertunjukkan tari dengan diiringi oleh musik yang dikenal dengan Shimoza Ongaku yangn terdiri dari alat-alat musik seperti suling, kotsuzumi, otsuzumi, taiko, samisen dan lain-lain, juga diiringi oleh lagu nagauta. Make up menonjolkan sifat dan suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil tema masa abad pertengahan atau zaman Edo dan semua aktor sekalipun yang memainkan peranan sebagai wanita adalah pria.

Salah satu ciri khas Kabuki adalah kumadori yang merupakan make up khusus Kabuki. Warna yang digunakan dalam kumadori adalah merah, tinta (sumi), cokelat. Make up di wajah berbeda-beda sesuai dengan peran yang diperankan. Adapun karakter dari Kabuki yaitu tachiyaku (menunjukkan peran utama laki-laki), aragotoshi (pahlawan yang berjuang untuk keadilan dan memakai make up kumadori), wagotoshi (pria tampan) dan onna gata (aktor laki-laki yang memerankan wanita).

Kyôgen

Kyôgen adalah sebuah bentuk teater klasik lelucon yang dipagelarkan dengan aksi dan dialog yang amat bergaya. Secara etimologi kyôgen berasal dari kyôgen-kigyo. Istilah ini merupakan istilah agama Budha yang berarti berbunga-bunga atau cerita yang tidak masuk akal.

Kyôgen dikelompokkan menjadi tiga jenis:

  • Betsu-kyôgen/kyôgen spesial yaitu penampilan aktor Kyôgen yang memainkan karakter Sanbasô dalam pementasan cerita Noh yang berjudul Okina.
  • Hon-kyôgen/ kyôgen tunggal yaitu pementasan Kyôgen secara tunggal dan bukan merupakan bagian pertunjukkan Noh, kalau disebut kyôgen biasanya mengacu pada Hon- kyôgen.
  • Ai- kyôgen/ kyôgen selingan yaitu Kyôgen yang dipentaskan sebagai bagian pertunjukkan Noh.

Bunraku

Bunraku yang menjadi popular sekitar akhir abad ke 16 merupakan jenis teater boneka yang dimainkan dengan iringan nyanyian cerita dan musik yang dimainkan dengan shamisen. Bunraku dikenal sebagai salah satu bentuk teater boneka yang paling halus di dunia.

Yose

Yose secara etimologi berarti tempat dimana orang-orang berkumpul. Tetapi Yose disini menunjukkan kepada beberapa jenis pertunjukkan teater seperti kôdan, rakugo, manzai dan rokyoku.

Seni Teater Modern

Takarazuka Kagekidan

Takarazuka merupakan pentas teater yang dipentaskan oleh wanita kebalikannya dari Kabuki. Teater ini mulai dipentaskan di kota Takarazuka sejak tahun 1914. Pemain Takarazuka semuanya merupakan lulusan sekolah Takarazuka yang disebut dengan Takarazukannu.

Pertunjukkan ini merupakan perpaduan sandiwara dengan tari dan nyanyi. Ceritanya merupakan adaptasi dari novel, musik opera atau film dari barat yang dipentaskan dengan kostum dan setting panggung yang megah. Peran wanita disebut musumeyaku sedangkan peran laki-laki disebut otokoyaku.