Studi dengan Beasiswa

Studi dengan Beasiswa

Agar dapat melanjutkan kuliah tentu diperlukan adanya biaya. Pembiayaan yang harus dipersiapkan umumnya mencakup uang kuliah dan buku, biaya penelitian, biaya hidup dan akomodasi, uang tiket, transportasi serta asuransi bagi mereka yang akan melanjutkan studi keluar negeri. Biaya tersebut dapat diusahakan baik dari keuangan sendiri atau dalam bentuk studi dengan beasiswa dari pihak tertentu yang menyediakan.

Beasiswa dapat dikatakan sebagai pembiayaan yang tidak bersumber dari pendanaan sendiri, baik yang berasal dari kantong sendiri atau dari keluarga. Beasiswa dapat terbuka untuk studi di universitas atau lembaga pendidikan di dalam maupun di luar negeri. Beasiswa secara umum dapat diperuntukkan bagi pendidikan formal tingkat lanjut, kursus singkat (short course) dan program pertukaran (exchange).

Beasiswa dapat diberikan oleh pemerintah, perusahaan swasta, kedutaan, universitas serta lembaga pendidikan yang mengadakan kerja sama untuk melakukan tukar menukar tenaga pendidik atau peneliti atau juga dari kantor tempat bekerja yang karena prestasi seorang karyawan dapat diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya melalui pendidikan. Seseorang dapat pula langsung menerima tawaran untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat lanjut dengan program beasiswa dari pihak universitas atau dari sponsor karena faktor prestasi walaupun saat itu yang bersangkutan masih dalam tahap penyelesaian studinya.

Jangka waktu beasiswa tergantung dari lamanya proses belajar. Lamanya proses tersebut tergantung dari jenis bidang studi, program studi dan jenjang studi yang ditawarkan. Usahakan mencari tahu lamanya proses belajar tersebut terlebih dahulu misalnya melalui website universitas bersangkutan atau melalui katalog universitas sehingga dapat membuat perencanaan yang matang termasuk perencanaan keuangan.

Berikut ini sedikit gambaran lamanya proses belajar bagi mereka yang ingin mendapatkan beasiswa untuk pendidikan tingkat lanjut.

  • Program pendidikan setingkat sarjana (S1) atau yang lebih rendah, lamanya pemberian beasiswa tergantung dari ketetapan pemberi beasiswa.
  • Beasiswa untuk program pendidikan magister (S2) bidang studi ilmu sosial biasanya berkisar antara 10 bulan hingga dua tahun. Untuk jenjang magister bidang studi ilmu sains lamanya kurang lebih dua tahun.
  • Sementara untuk program pendidikan doktoral (S3) selama empat tahun. Program doktoral ada juga yang berkisar dua hingga tiga tahun. Program doktoral secara singkat ini mensyaratkan pelamar telah memiliki pengalaman kerja yang cukup (umumnya empat tahun) dan disertakan bukti karya tulis yang telah dihasilkan.

Di luar hal-hal di atas, ada yang dinamakan pascadoktoral. Beasiswa ini biasanya diberikan untuk program penelitian bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral. Lamanya program sekitar tiga sampai enam bulan atau mungkin bisa lebih disesuaikan dengan kebutuhan.

Semua hal diatas dalam praktiknya bersifat relatif. Artinya beasiswa dapat dihentikan, bahkan ditarik kembali dengan keharusan si penerima beasiswa membayar biaya yang telah diberikan. Pembatalan atau penarikan tersebut akibat ketidakmampuan penerima beasiswa untuk menyelesaikan studi karena faktor ketidaksungguhan dalam mengemban tugas tanggung jawab studi.

Tenggang waktu beasiswa dapat pula diperpanjang dengan syarat penerima beasiswa mampu memberikan alasan yang bisa diterima oleh pemberi beasiswa, misalnya kesulitan dalam mendapatkan data penelitian, data harus diambil dari bahasa asing yang sebelumnya tidak dikuasai, hambatan karena penyakit yang diderita saat pendidikan atau penyebab lain yang sifatnya force major sehingga menganggu waktu penyelesaian perkuliahan.