Sekolah Di Jepang

Sekolah Di Jepang

Pendidikan Sekolah Di Jepang

Pendidikan formal sekolah di Jepang diadopsi dari kebudayaan China pada abad ke 6. Pelajaran yang diajarkan pada waktu itu adalah agama Budha, Konfusianisme, Ilmu pengetahuan dan kaligrafi sastra. Selama masa pemerintahan Kamakura sering terjadi huru-hara sehingga masa ini merupakan masa kosongnya kebudayaan dan pendidikan. Kebudayaan yang didirikan oleh rakyat biasa mulai tumbuh. Sekolah-sekolah di Kyoto mengalami kehancuran sedangkan di daerah Kanto berdiri sebuah perpustakaan dan sekolah bernama Ashikaga yang ditopang oleh kekuatan prajurit. Pada masa ini agama Budha masih dikembangkan sehingga muncul sekte-sekte agama Budha dan banyak pendidikan yang diselenggarakan di kuil.

Sekolah Kristen mulai didirikan pada abad ke 16 oleh Fransiscus Xaverius seorang misionaris dari Portugal. Dia membawa hasil-hasil peradaban Eropa pada zaman tiu diantaranya alat musik. Di dalam sekolah Kristen ini orang Jepang diperkenalkan pada ilmu perbintangan, ilmu bumi dan kedokteran Eropa, Selain itu para misionaris dari Portugal banyak yang mendirikan sekolah-sekolah untuk pemuda Jepang diantaranya sekolah SD di Kyushu, SMP di Kyushu dan Nagoya dan sekolah yang mengajarkan matematika dan ilmu di Kyoto. Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah itu di antaranya bahasa Latin, Portugal, musik barat, melukis, memahat dan sebagainya. Selain mata pelajaran tersebut ada juga pelajaran bahasa dan sejarah Jepang untuk menarik minat pemuda-pemuda Jepang. Tetapi sekolah-sekolah ini lenyap pada abad ke 17 disebabkan oleh penindasan besar-besaran terhadap agama Nasrani oleh Shogun Tokugawa.

Pada zaman Edo yaitu kira-kira pertengahan abad ke 18 pemerintah memperluas perlindungan terhadap sekolah swasta yang didirikan oleh Hayashi Razan. Lembaga ini menjadi sebuah lembaga yang diawasi langsung oleh pemerintah Shogun dan diberi nama Shoheizaka Yakumonzo. Sepanjang waktu berjalan sekolah-sekolah swasta diberi perlindungan sampai berkembang menjadi 200 buah. Pada masa ini berkembang sekolah-sekolah yang didirikan di kuil-kuil yang disebut Terakoya.

Pada zaman Meiji sistem pendidikan sekolah modern Jepang berkembang amat pesat. Sekolah-sekolah yang sudah ada diperluas dan jumlah Terakoya juga bertambah. Lembaga-lembaga pendidikan swasta kecil menjadi banyak di antaranya Universitas Keio di Tokyo yang masih bertahan sampai sekarang. Universitas Jepang modern yang pertama didirikan oleh pemerintah pada tahun 1887 adalah Tôdai (Tokyo Daigaku atau Universitas Tokyo) mengikuti pola sistem sekolah Prancis. Pada zaman ini Jepang dibagi manjadi 8 daerah akademis.

Sejarah pendidikan di Jepang mengalami beberapa pembaruan dalam sistem pendidikan (kyôiku kaikaku) pada tahun 1946. Pembaruan tersebut diantaranya:

  • Pendidikan wajib (gimu kyôiku) yang pada tahun 1900 adalah 4 tahun kemudian pada tahun 1907 berubah menjadi 6 tahun dan setelah reformasi pendidikan selanjutnya menjadi 9 tahun.
  • Waktu belajar di sekolah menengah dan atas yang masing-masing menjadi 3 tahun.
  • Diselenggarakan sekolah dengan jenjang lebih atas yaitu peerguruan tingg pada tahun 1948.
  • Berlakunya sistem belajar 5 hari untuk SD s/d SMA. Hal ini ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman di masyarakat atau untuk lebih bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Sistem pendidikan sekolah di Jepang dewasa ini terdiri atas 6 tahun di sekolah dasar, 3 tahun di sekolah menengah pertama dan 3 tahun di sekolah menengah atas dan 4 tahun di universitas (atau 2 tahun untuk akademi). Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama termasuk program wajib belajar dari pemerintah.

Memasuki sekolah menengah atas dan universitas biasanya ditentukan dengan ujian masuk. Lulusan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas juga dapat masuk perguruan tinggi teknik atau kejuruan. Ada sekolah nasional yang dikelola oleh pemerintah pusat, sekolah umum yang dikelola oleh prefektur dan pemerintah setempat. Ada juga sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan.

Tahun ajaran baru dimulai bulan April sampai Maret tahun berikutnya. Biasanya pada Oktober surat pemberitahuan untuk mendaftar ke sekolah terdekat sudah dikirimkan ke alamat. Kemudian bulan November dimulai pemeriksaan kesehatan. Pada awal Februari akan diadakan acara penyambutan murid baru. Lalu pada awal Maret anak-anak mulai masuk sekolah.