Rumah di Jepang

Rumah di Jepang

Tempat Tinggal atau Rumah di Jepang

Jepang merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang padat, terutama di daerah ibukota seperti Tokyo, Osaka dan sebagainya, sehingga lahan untuk rumah di Jepang sangatlah terbatas. Akibatnya harga tanah maupun rumah di Jepang sangatlah mahal. Untuk mengatasi sempitnya lahan dan jumlah penduduk yang padat maka di Jepang banyak dibangun apartemen yang dikenal dengan sebutan apato dan manshon.

Di Jepang untuk menyatakan luas rumah digunakan m2, jô dan tsubo. Tetapi yang biasa digunakan adalah jô. 1 jô merupakan ukuran satu lembar tatami (tikar tradisional Jepang yang terbuat dari jerami yang dikeringkan dan dianyam dengan tebal kira-kira 5,5 cm), sekitar 180 cm x 90 cm. Sedangkan 1 tsubo sekitar 2 jô yaitu 182 cm x 182 cm.

Rumah-rumah di Jepang pun biasanya tidak luas dan kebanyakan bertingkat di mana lantai bawah terdiri dari ruang tamu, ruang makan, dapur, toilet dan kamar mandi sedangkan di lantai atas biasanya terdiri dari kamar dan tempat jemuran.

Di rumah orang Jepang toilet dan kamar mandi biasanya terpisah. Bentuk ruangan pun ada yang bergaya Jepang (washitsu) dan bergaya barat (yôshitsu).  Washistu biasanya beralaskan tatami sedangkan yôshitsu biasanya beralaskan ubin atau karpet.

DK, LDK merupakan istilah-istilah yang digunakan untuk menunjukkan pola rumah di Jepang. K merupakan singkatan untuk kitchen, D untuk dining room dan L untuk living room. Sehingga untuk DK berarti ruangan yang terdiri dari dining room dan kichen. Sedangkan LDK menunjukkan ruangan yang mempunyai fungsi selain dining room, kitchen tetapi juga sebagai living room. Ada juga istilah seperti 2 DK yaitu selain dining room dan kitchen terdapat juga dua kamar tidur.

Selain istilah- istilah di atas ada juga yang disebut dengan UB yaitu singkatan dari unit bath (yunitto basu) yang berarti tempat mandi yang menyatu dengan toilet. Sedangkan yang terpisah antara toilet dengan tempat mandi disebut separēto.