Program Beasiswa Luar Negeri

Program Beasiswa Luar Negeri

Umumnya program beasiswa luar negeri diberikan bagi mereka yang berprestasi. Selain itu juga sangat terbuka bagi mereka yang memiliki prospek pengembangan diri atau kepemimpinan baik di masyarakat atau di tempat kerja.

Beasiswa luar negeri diberikan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Penerima besiswa juga diarahkan kepada sumber daya manusia dari lembaga yang memiliki hirauan terhadap capacity building antara lain lingkup social development, environment, human right, democracy dan good governance.

Program-program yang dapat dikatakan sebagai bagian dari beasiswa karena memiliki nilai subsidi pembiayaan adalah sebagai berikut:

Fellowship program

Penerima besiswa tidak hanya berkesempatan untuk melanjutkan kuliah dan meraih gelar tetapi juga terikat selama periode tertentu untuk memberikan kontribusi sesuai ketetapan pemberi beasiswa, misalnya pada universitas tempat yang bersangkutan menuntut ilmu sebagai tenaga pengajar (teaching assistant) dan sebagai staf peneliti (research assistant). Selain mendapatkan ilmu dan beasiswa dimungkinkan pula yang bersangkutan menerima imbalan atau upah (stipend) sesuai dengan fungsinya.

Program ini biasanya diberikan bagi mereka yang hendak melanjutkan pendidikan doktoral (S3) atau pascadoktoral. Hal ini karena pertimbangan waktu dedikasi dan signifikansi kontribusi yang akan dihasilkan khususnya karya tulis bagi kepentingan pemberi beasiswa.

Short course

Short course merupakan beasiswa yang diberikan dalam periode singkat biasanya kurang dari enam bulan. Short course diberikan untuk memperdalam bidang studi tertentu misalnya bidang humanitarian, kesehatan, lingkungan, bahasa, sejarah, sosiologi, pendidikan, teknologi, hukum, hubungan internasional dan sebagainya.

Adapula beasiswa short couse yang diberikan kepada calon mahasiswa yang hendak menjajaki program pendidikan lanjutan, misalnya ke tingkat S2 atau S3. Dengan demikian penerima beasiswa mendapatkan pengalaman terlebih dahulu untuk merasakan suasana perkuliahan agar dapat memutuskan meneruskan atau tidak terhadap pilihan studinya.

Sandwich program

Sandwich program merupakan program kerja sama antara universitas yang ada di Indonesia dengan universitas yang ada di luar negeri. Program ini biasanya mengikutsertakan mahasiswa setingkat yang telah terdaftar di universitas peserta sandwich program tersebut.

Mahasiswa diberikan kesempatan menyelesaikan tahun pertama dan kedua di universitas dalam negeri, sementara sisa perkuliahan hingga meraih gelar sarjana dapat diselesaikan di universitas luar negeri. Program ini dibiayai secara penuh dalam bentuk beasiswa kerja sama, ada pula yang bersifat sebagian subsidi dengan sisa pembiayaan berasal dari kantong sendiri.

Sistem perkuliahan pada program ini adalah dengan mengambil bidang studi yang sama. Umumnya kelas yang ada di dalam negeri telah melakukan penyesuaian kurikulum sesuai standar internasional atau standar yang telah ditetapkan oleh kedua universitas yang mengadakan kerja sama tersebut. Dengan demikian mahasiswa tidak akan terlalu kesulitan dalam melakukan penyesuaian kecuali sedikit permasalahan bahasa.

Double degree

Sebagai bagian kerja sama dari dua universitas satu di dalam negeri dan satu di luar negeri program double degree menawarkan kesempatan kepada mahasiswa yang telah terdaftar di salah satu universitas tersebut untuk mendapatkan dua gelar yang berbeda. Umumnya program ini diberikan untuk mahasiswa tingkat magister (S2).

Bagi universitas di dalam negeri mahasiswa diharuskan telah menyelesaikan perkuliahan dan meraih gelar terlebih dahulu untuk kemudian melanjutkan ke universitas yang ada di luar negeri yang merupakan partner kerja sama dari universitas di dalam negeri tersebut. Mahasiswa sebelumnya diseleksi terlebih dahulu khususnya mengenai penguasaan kemampuan bahasa.

Bagi mereka yang berhasil menyelesaikan perkuliahan akan meraih dua gelar. Sementara jika gagal dalam perkuliahan di universitas di luar negeri mahasiswa tersebut tetap akan memilki gelar yang sebelumnya telah didapat dari universitas di dalam negeri.

Jika yang bersangkutan tidak berhasil memperoleh gelar pendidikan di dalam negeri, mahasiswa tersebut tidak akan memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke luar negeri. Apabila mahasiswa gagal dalam kelulusan perkuliahan pihak universitas di luar negeri tidak akan mengeluarkan gelar tetapi hanya memberikan sertifikat keterangan bahwa yang bersangkutan pernah kuliah di universitas tersebut.

Exchange

Exchange merupakan program pertukaran yang secara prinsip bertujuan menciptakan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara mereka yang terlibat dalam program. Diharapkan ketika bekerja sama di masa depan, persahabatan yang telah terbina sebelumnya dapat tetap dikembangkan.

Pola perkenalan dalam program dapat menimbulkan efek saling percaya satu sama lain sehingga akan menghindarkan sikap saling percaya satu sama lain sehingga akan menghindarkan sikap saling curiga serta permusuhan. Satu sama lain dapat menjelaskan ide, mengungkapkan gagasan, memperkenalkan sikap dan budayanya masing-masing memepelajari karakter secara terbuka, menanyakan kesan-kesan negatif yang sebelumnya melekat sebagai hal yang strereotype sifatnya dari budaya tersebut.

Program exchange ditujukan untuk menempatkan peserta pertukaran pada posisi pihak lain sehingga dapat ikut merasakan apa yang dialami oleh pihak lain tersebut. Hasil dari program ini kelak diharapkan berkesinambungan sebagai bentuk penyebaran informasi. Peserta program pertukaran bisa menjadi juru bicara untuk meng-counter kesan-kesan negatif terhadap pihak lain setelah kembali ke tempat asalnya. Dalam arti jika yang dirasa dan diketahui tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Yang bersangkutan akan menjadi friend of society.