Penduduk Jepang

Penduduk Jepang

Jumlah Penduduk Jepang

Penduduk Jepang pada tahun 2009 menurut Biro Statistik Jepang diperkirakan berjumlah 127.614 juta jiwa. Jumlah keluarga kaya sebanyak 1,23 juta jiwa, menduduki peringkat kedua setelah Amerika. Populasi orang asing di Jepang sangat sedikit. Mayoritas dari Korea, Cina, Filipina,  keturunan Brazil-Jepang dan keturunan Peru-Jepang. Dari total jumlah penduduk tersebut 1,71% di antaranya adalah ekspatriat.

Jepang saat ini mengalami krisis demografi, kalau digambarkan piramida penduduk Jepang seperti piramida terbalik. Jumlah penduduknya terus berkurang karena menurunnya tingkat kelahiran secara drastis sementara jumlah manula terus meningkat. Tercatat pada tahun 2009 jumlah penduduknya berkurang 75.000 orang, pengurangan yang terbesar sejak Perang Dunia II. Jumlah kelahiran tahun 2009 tercatat 1.069.000 jiwa, sementara jumlah kematian sebanyak 1.144.000 jiwa. Hal ini akan menjadi ledakan masalah bagi Jepang 15-20 tahun lagi. Negeri Industri maju tetapi angka tenaga kerja produktifnya sangat kecil.

Perubahan dalam struktur demografi tersebut menyebabkan sejumlah masalah sosial, terutama kecenderungan menurunnya populasi angkatan kerja dan meningkatnya biaya jaminan sosial yang harus dibayarkan seperti uang pensiun, asuransi kesehatan dan lain-lain. Masalah lain yang mereka alami yaitu meningkatnya jumlah generasi muda yang memilih untuk tidak menikah atau memilki keturunan ketika dewasa.

Untuk mengatasi krisis ini pemerintah telah melakukan beberapa program diantaranya memberikan insentif berupa uang untuk kelahiran bayi di Jepang, juga menggalakkan imigrasi keturunan Jepang berada di luar Jepang. Namun tampaknya ini masih belum efektif menambah jumlah penduduk Jepang.

Masyarakat Jepang homogen dalam etnis, budaya dan bahasa. Lebih dari 99% penduduknya berbicara dalam bahasa Jepang sebagai bahasa ibu. Bahasa Jepang ditulis memakai aksara Kanji, Hiragana, Katakana serta huruf Romaji (latin) dan penulisan angka Arab. Orang Jepang yang mampu menggunakan bahasa Inggris sangat sedikit. Terkadang bahasa Inggris yang mereka gunakan terdengar lucu pengucapannya karena pengaruh bahasa Jepang sendiri.

Budaya Jepang adalah hasil interaksi antara budaya asli Jomon yang kukuh dengan pengaruh dari luar terutama dari Cina dan Korea. Selanjutnya dipengaruhi juga oleh Eropa dan Amerika Serikat.

Sejak 1947 Jepang menerapkan program wajib belajar 9 tahun  pada warganya. Pemerintah mendirikan SD dan SMP di setiap 2,5 km pemukiman penduduk dan mewajibkan anak usia sekolah untuk belajar di sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya masing-masing. Pemerintah menjaga mutu semua SD dan SMP agar kualitasnya sama dan terjamin. Karena wajib seluruh biaya sekolah digratiskan kecuali uang makan.

Pendidikan di Jepang sangat kompetitif khususnya dalam ujian masuk perguruan tinggi. Pengetahuan dan keterampilan anak-anak Jepang berusia 15 tahun menurut peringkat yang disusun oleh Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD berada pada peringkat nomor enam terbaik di dunia.