Musim Gugur di Jepang

Musim Gugur di Jepang

Aki: Musim Gugur di Jepang

Musim gugur di Jepang berlangsung dari bulan September sampai bulan November. Pada pertengahan bulan September terjadi yang dinamakan akisamezensen yaitu hujan musim gugur. Pada saat ini pula sering terjadi angin topan yang besar sehingga di beberapa tempat seperti Kyushu, Shikoku kadang menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Setelah musim topan berhenti cuaca pun menjadi cerah dan langit pun terlihat biru (akibare).

Begitu masuk bulan September cuaca berubah dingin dan daun-daun pun berubah warna menjadi merah atau kuning yang disebut momiji/kôyô. Pada saat ini orang Jepang banyak yang menikmati kôyô dan di tempat-tempat kôyô yang terkenal ramai dengan orang-orang yang melihat kôyô atau disebut kôyô gari.

Musim gugur di Jepang bisa disebut sebagai musim panen (minori no aki) sehingga pada musim ini banyak melimpah hasil panen di antaranya buah-buahan, jamur, satsumai (sejenis ubi manis), kuri (buah yang rasanya seperti talas, dan sebagainya.

Karena cuaca pada musim gugur bisa dibilang nyaman tidak panas dan juga tidak dingin, maka di sekolah-sekolah di Jepang dari bulan September sampai bulan Oktober digelar undôkai (perlombaan di bidang olahraga) seperti perlombaan lari, estafet dan sebagainya.

Pada musim gugur sering diadakan upacara shubun no hi (autumnal equinox day) yaitu berbagai aliran agama Budha di Jepang memulai upacara shûki higan-e yang berlangsung seminggu untuk mendoakan arwah leluhur.

Ada juga upacara shichi-go-san yaitu upacara merayakan pertumbuhan anak berusia 3, 5 dan 7 tahun. Perayaan ini dilakukan setiap tahun sekitar 15 November yang bukan merupakan hari libur. Peserta perayaan adalah anak laki-laki berusia 3 dan 5 tahun serta anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun. Umur-umur tersebut dipercaya sebagai tonggak sejarah dalam kehidupan dan angka-angka ganjil menurut tradisi dipercaya membawa keberuntungan.

Festival Musim Gugur di Jepang

Anak-anak yang cukup umur sebagai peserta shichi-go-san didandani memakai kimono dan dibawa ke kuil Shinto untuk didoakan. Anak-anak yang merayakan shichi-go-san mendapat hadiah permen chitose (permen seribu tahun). Dipercaya akan membuat anak sehat dan panjang umur. Kantung tempat permen chitose bergambar kura-kura dan burung jenjang yang merupakan simbol umur panjang.

Anak perempuan dan anak laki-laki berusia 3 tahun mengikuti upacara kamioki yang menandai mulai dipanjangkannya rambut anak setelah sebelumnya selalu dicukur habis. Anak laki-laki usia 5 tahun mengikuti upacara hakama-gi yang menandai pertama kali anak mulai memakai hakama dan haori. Anak perempuan 7 tahun mengikuti upacara obitoki himo-otoshi yang menandai pergantian kimono yang dipakai aanak permpuan dari kimono anak-anak yang bertali menjadi kimono berikut obi seperti yang digunakan orang dewasa. Kesempatan shichi-go-san merupakan kesempatan pertama bagi anak perempuan untuk merias wajah.