Musim Dingin di Jepang

Musim Dingin di Jepang

Fuyu: Musim Dingin di Jepang

Pada bulan Desember sampai bulan Februari berlangsung musim dingin di Jepang. Di daerah sepanjang laut Jepang banyak turun salju, sedangkan daerah sepanjang samudera Pasifik biasanya jarang turun salju. Karena dingin pada musim ini orang Jepang menggunakan penghangat ruangan seperti kotatsu, sutôbu dan AC.

Di daerah utara seperti Aomori, Hokkaido, Nagano dan sebagainya salju yang turun sangat banyak dan bisa mencapai 3 meter sehingga pada pagi hari orang Jepang harus menggunakan sekop untuk membereskan salju yang menghalangi jalan atau menutup pintu dan jendela. Setiap penggantian musim orang Jepang selalu mengganti baju ataupun sepatu yang mereka pakai. Dan untuk menhindari licinnya salju yang menjadi es ketika berjalan, sepatu pun harus diganti dengan sepatu khusus untuk musim dingin,  begitu juga ban mobil. Tidak hanya fashion jenis makanan yang digemari pun disesuaikan dengan dinginnya cuaca yaitu makanan yang hangat seperti nabe ryôri.

Pada musim dingin, orang Jepang pun ikut merayakan Natal. Di Jepang perayaan Natal bukan bersifat agama tetapi lebih ke suatu event saja. Kegiatan yang dilakukan oleh orang Jepang pada saat Natal biasanya seperti menonton irumineshon (hiasan lampu di pinggir jalan), bertukar hadiah, makan kue dan lain-lain.

Musim dingin di Jepang yaitu bulan Desember merupakan akhir tahun dimana orang Jepang sibuk mempersiapkan tahun baru. Pada waktu ini banyak orang Jepang yang mengambil liburan dan pergi (travelling) baik di dalam negeri atau ke luar negeri. Di akhir tahun otrang Jepang mengadakan bônenkai yaitu pesta perpisahan tahun. Tidak hanya itu di akhir bulan Desember orang Jepang biasanya mengerjakan ôsôji atau beres-beres rumah untuk menyambut tahun baru.

Pada malam tahun baru orang Jepang makan toshikoshi soba yaitu mie tahun baru. Orang Jepang percaya kalau memakan makanan yang panjang seperti mie maka mereka akan panjang umur. Pada pukul 00 tahun baru di kuil dan jinja orang-orang berkumpul dan menunggu lonceng yang dibunyikan sebanyak 108 kali.

Besoknya di hari tahun baru (gantan) orang Jepang pergi ke kuil yang disebut dengan hatsumode. Pada saat hatsumode orang Jepang mengambil omikuji dan meramal nasib mereka pada tahun tersebut. Kebiasaan orang Jepang lainnya pada tahun baru adalah mengirimkan nengajô atau kartu ucapan selamat tahun baru. Sebelumnya orang Jepang menggunakan fude (kuas) untuk menulis nengajô tetapi sekarang ini banyak yang menggunakan komputer untuk menulis nengajô. Malah tidak sedikit orang Jepang yang mengirimkan lewat email.

Nengajô biasanya ditulis dan dikirimkan ke kantor pos pada akhir tahun dan pada hari pertama awal tahun (gantan) nengajô serentak dikirimkan ke tempat tujuan. Pada tahun baru anak-anak menerima uang yang disebut otoshidama. Selain itu terdapat juga makanan khusus tahun baru di antaranya nanakusa gayu (bubur terdiri dari tujuh jenis rumput), osechi ryôri dan ozoni.

Pada tahun baru orang Jepang juga membuat kagami mochi yang terbuat dari mochi (nasi yang diuleni) dan dipajang di rumah. Pada tanggal 11 Januari kagami mochi ini biasanya diambil, dipatahkan lalu dimasukkan ke dalam air sup panas atau dimasak dengan sup azuki dan dimakan (kagami biraki). Orang Jepang menggunakan istilah biraki yang berasal dari kata hiraku (membuka) bukan kata ware (memecah) karena kata ware memilki image negatif dan merupakan kata-kata yang tabu apabila digunakan untuk event di tahun baru.

Tahun Baru di Jepang

Tidak hanya kagamimochi orang Jepang pun memajang kadomatsu di depan pintu masuk atau shimekazari yang digantungkan di pintu. Pada tahun baru terdapat permainan tradisional Jepang seperti hanetsuki, takoage (layang-layang), koma (gangsing), karuta (kartu), fukuwarai atau sugoroku (halma). Hanetsuki mirip badminton tetapi yang digunakan bukan raket dan kok tetapi hagoita dan hane. Fukuwarai merupakan permainan dimana pemain dengan mata tertutup harus meletakkan telinga, mata, alis di atas outline wajah otafuku (wanita berpipi tembem).

Pada pertengahan bulan Januari orang Jepang merayakan seijinshiki yaitu upacara ketika seseorang berumur 20 tahun. Seijinshiki biasanya dirayakan pada hari Senin Minggu kedua bulan Januari dan biasanya orang Jepang yang berumur 20 tahun diundang untuk memperingatinya di tempat terbuka seperti aula dan sebagainya. Mereka datang dengan mengenakan haori hakama (kimino untuk laki-laki) atau jas untuk laki-laki dan furisode untuk perempuan.

Pada akhir musim dingin ada perayaan yang disebut setsubun di Jepang. Orang Jepang biasanya melempar kacang sambil mengatakan “oni wa soto, fuku wa uchi” yang berarti “setan pergi sana ke luar! Kebahagiaan datanglah ke dalam”.

Perayaan Tahun Baru di Jepang