Kuliah Di Jepang

Kuliah Di Jepang

Persyaratan Kuliah Di Jepang

Banyak yang bilang kalau kuliah di Jepang sulit masuknya, hal ini disebabkan karena tingkat persaingan untuk masuk ke universitas yang diharapkan yang biasanya merupakan universitas ternama sangat sulit. Masyarakat Jepang dikenal dengan sebutan gakurekishakai dimana masyarakatnya memiliki pola pikir apabila masuk sekolah-sekolah terbaik maka masa depan mereka cerah karena akan dapat bekerja di perusahaan bagus. Inilah yang menyebabkan setiap orang Jepang mengharapkan dan menginginkan masuk sekolah ternama. Inilah yang menyebabkan persaingan untuk masuk ke universitas ternama sangat sulit.

Seperti di Indonesia perguruan tinggi di Jepang terdiri dari perguruan tinggi negeri dan swasta. Perguruan tinggi swasta lebih banyak dibanding perguruan tinggi negeri. Hampir sekitar 75% perguruan tinggi yang ada di Jepang merupakan perguruan tinggi swasta. Tetapi bantuan dari pemerintah terhadap perguruan tinggi swasta tahun demi tahun berkurang, sehingga perguruan tinggi swasta menaikkan biaya kuliah.

Sistem penerimaan mahasiswa baru bagi orang asing terbagi dua, yaitu mahasiswa S-1 regular dan mahasiswa peneliti (research student).

Cara menjadi mahasiswa S-1 ada dua, yaitu:

  • Mengikuti ujian masuk seperti orang Jepang.
  • Mengikuti ujian masuk khusus untuk lulusan SMA luar negeri.

Mahasiswa asing bisa memilih dari kedua sistem tadi di atas dan perkuliahan dimulai pada bulan April. Persyaratan masuk menjadi mahasiswa S-1 antara lain sebagai berikut.

  • STTB SMA dan yang sederajat.
  • Telah menyelesaikan pendidikan dasar di negara masing-masing.
  • Memenuhi persyaratan yang disahkan oleh Departemen Pendidikan Jepang (Mobukagakushou).

Pendaftaran di mulai pada akhir Oktober, ujian masuk diselenggarakan pada Januari dan kuliah dimulai pada bulan April apabila lulus ujian masuk.

Persyaratan menjadi mahasiswa program Master yaitu:

  • Telah lulus universitas atau mempunyai ijazah S-1 di negara asal.
  • Telah meyelesaikan pendidikan selama 16 tahun di negara asal.
  • Telah berusia sekurang-kurangnya 22 tahun serta diakui mempunyai kemampuan setaraf S-1 dan telah lulus ujian khusus yang dilakukan oleh Profesor yang akan membimbing yang bersangkutan di program Master nanti.

Untuk menjadi calon mahasiswa peneliti (research student) hampir sama dengan calon mahasiswa program Master dan Doktor. Penerimaan dilakukan dua kali, yaitu bulan April dan Oktober setiap tahunnya.