Kereta Api Jepang

Kereta Api Jepang

Transportasi Kereta Api Jepang

Salah satu jenis transportasi yang sering digunakan oleh orang Jepang adalah kereta api Jepang. JNR (Japan National Railways) yang sekarang dikenal dengan JR (Japan Railways) merupakan perusahaan kereta api tunggal terbesar di Jepang setelah perang dunia, namun setelah mengalami penurunan bisnis dan kenaikan defisit, pemerintah Jepang menswastakan JNR dan memecahnya menjadi enam perusahaan daerah untuk angkutan penumpang dan satu perusahaan untuk angkutan barang bersam  grup JR (Japan Railways).

Pada tahun 1964 JNR mengoperasikan salah satu jenis kereta api tercepat di dunia yaitu Shinkansen. Kereta listrik super cepat atau Shinkansen adalah kereta ekspres yang berjalan dengan kecepatan maksimal 250 hingga 300 km per jam. Jalur Shinkansen yang pertama kali dibuka adalah jalur Tokyo-Osaka pada tanggal 1 Oktober 1964. Berikutnya pada tanggal 10 Maret 1975 jalur Shinkansen diperluas hingga Hakata di Kyushu, kemudian pada tanggal 3 Juni 1892 dibuka jalur Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan Morioka. Dan pada tahun 2004 Shinkansen Kyushu yang bernama Tsubame telah mulai beropesi. Tidak hanya itu, saat ini Jepang sedang melakukan riset dan tes uji coba tahap akhir kereta super cepat yaitu Maglev yang dapat menempuh kecepatan 500 km per jam.

Selama ini belum pernah terjadi kecelakaan operasional yang fatal sehingga Shinkansen dianggap merupakan sistem kereta api berkecepatan tinggi yang paling aman di dunia. Selain Shinkansen Jepang juga mempunyai jaringan kereta reguler (futsû densha). Jaringan kereta api tersebut selain dioperasikan oleh JR, layanan kereta api di daerah juga disediakan oleh berbagai badan pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan swasta.

Kereta Api di Jepang

Dari tahun 2002 Di Jepang mulai diluncurkan kereta api khusus wanita dengan tujuan untuk menghindari gangguan laki-laki hidung belang (chikan) dan orang mabuk. Pada mulanya kereta api khusus wanita ini diberangkatkan pada waktu-waktu sibuk tetapi sekarang banyak yang diberangkatkan pada jam-jam akhir kereta. Kereta api di Jepang biasanya berakhir pada jam 12 malam. Dan untuk lebih jelas lagi mengenai jadwal kereta api dan jalur-jalurnya dapat dilihat di buku pedoman jadwal kereta api (jikoku hyô) atau di situs www.hyperdia.com.

Di stasiun JR yang besar biasanya mempunyai tempat untuk memesan tiket Shinkansen atau kereta api jarak jauh (midori no madoguchi). Tidak hanya itu di stasiun kereta api atau kereta api bawah tanah terdapat beberapa kios di mana dapat dibeli majalah, koran, minuman ataupun kue. Malahan di beberapa stasiun terdapat tempat makan mie udon atau soba dan konter kopi.

Cara menggunakan kereta api di Jepang sedikit berbeda dengan di Indonesia pada umumnya. Setelah membeli tiket, tiket dimasukkan ke mesin untuk masuk ke dalam stasiun dan diambil kembali di ujung mesin. Tiket tidak boleh hilang karena akan diperlukan lagi ketika akan keluar stasiun. Setelah menemukan kereta api yang dituju, penumpang menunggu kereta api di garis kuning.

Apabila ada orang yang berdiri di dekat garis, berbarislah di belakang orang tersebut. Budaya antri sangat kental di Jepang. Tanpa disuruh orang Jepang akan antri berbaris ke belakang. Sehingga ketika kereta api datang penumpang tidak saling menyerobot. Dan biasanya pintu untuk penumpang keluar dan masuk dibedakan sehingga penumpang yang akan naik tidak bentrokan dengan penumpang yang akan turun.