Japanese Language Proficiency Test

Japanese Language Proficiency TestUjian Kemampuan Bahasa Jepang: Japanese Language Proficiency Test

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan beasiwa ke Jepang untuk mahasiswa adalah memiliki kecakapan dalam berbahasa Jepang. Kecakapan berbahasa Jepang dibuktikan dengan sertifikat JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Ujian JLPT terbagi menjadi empat bagian. Pertama 文字。語彙 (moji.goi) untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami penggunaan kosakata sekaligus pembendaharaan kata dalam bahasa Jepang. Kedua 聴解 (chôkai) untuk menguji kemampuan peserta dalam mendengar sekaligus memahami dialog dalam bahasa Jepang. Ketiga 読会 (dokkai) untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami artikel dalam bahasa Jepang. Keempat 文法 (bunpô) untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami tata bahasa Jepang.

Soal yang diujikan biasanya berupa pilihan ganda. Semenjak tahun 2010 dalam ujian JLPT tidak diberlakukan penilaian akumulatif. Penilaian dilakukan dengan menjumlah nilai pada masing-masing jawaban yang benar. Adapun jawaban yang salah atau tidak diisi akan mengurangi jumlah nilai yang dimiliki oleh peserta ujian.

Syarat Kompetensi Peserta Ujian Tingkat N1, N2, N3,N4 dan N5

Syarat kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta ujian tingkat N1, N2, N3, N4 dan N5 adalah mampu dan memahami bahasa Jepang dalam berbagai situasi, antara lain:

  • Peserta diharuskan mampu membaca artikel non-fiksi dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan memahami bacaan dengan tema yang berbeda-beda. Seperti tajuk rencana, surat kabar, serta kolom saran dan kritik terhadap suatu majalah. Selain itu peserta juga dituntut untuk bisa memahami struktur sekaligus isi masing-masing artikel.
  • Peserta diharuskan memiliki kemampuan membaca artikel fiksi dengan berbagai macam tema yang disajikan, sekaligus kemampuan untuk memahami dialog dalam bacaan tersebut. Selain itu peserta juga diharuskan untuk memahami maksud dan tujuan dari sang penulis secara mendalam.
  • Peserta diharuskan memiliki kemampuan dalam memahami data lisan dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, misalnya siaran berita atau berbagai macam dialog yang disampaikan dengan dialek yang cukup cepat.

Syarat Mengikuti JLPT

Adapun syarat untuk mengikuti JLPT antara lain:

  • Mengisi formulir pendaftaran dengan menempelkan pas foto ukuran 3×4 sebanyak dua lembar.
  • Melunasi biaya formulir serta biaya ujian.

Tempat Pengambilan Formulir Pendaftaran JLPT

Di Indonesia JLPT (Japanese Language Proficiency Test) biasanya dilaksanakan di tujuh kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan dan Padang. Adapun formulir pendaftaran bisa diambil secara langsung melalui panitia ujian lokal di masing-masing tempat dengan rincian sebagai berikut:

  • Untuk daerah Jabotabek bertempat di Universitas Darma Persada.
  • Untuk wilayah Jawa Barat bertempat di Universitas Padjadjaran..
  • Untuk wilayah Yogyakarta bertempat di Universitas Gadjah Mada.
  • Untuk wilayah Jawa Timur bertempat di Universitas Negeri Surabaya.
  • Untuk wilayah Bali bertempat di Universitas Udayana.
  • Untuk wilayah Sumatera Utara bertempat di Universitas Sumatera Utara.
  • Untuk wilayah Sumatera Barat bertempat di Universitas Bung Hatta.

Memiliki kemampuan dalam berbahasa Jepang selain bisa dijadikan sebagai tiket untuk memproleh beasiswa ke Jepang, juga bisa dijadikan inverstasi masa depan, mengingat keberadaan bahasa Jepang yang semakin mengglobal dan banyak dibutuhkan dalam pergaulan dunia internasional. Bahasa Jepang mempunyai keunikan sekaligus kekhasan tersendiri, karena itu harus dipelajari secara khusus. Untuk bisa menguasai bahasa Jepang pertama kali yang harus dilakukan adalah menguasai huruf dan cara menuliskannya.