Ekonomi Jepang

Ekonomi Jepang

Industri dan Ekonomi Jepang

Ekonomi Jepang telah mengalami pencapaian pertumbuhan ekonomi dan industri yang tinggi sejak perang dunia II, tidak hanya itu Jepang termasuk salah satu negara terkaya di dunia. Meskipun sejak runtuhnya ekonomi buble standar hidup Jepang tidak dapat dikatakan kaya lagi.

Setelah kekalahan Jepang pada perang dunia II, ekonomi bangsa Jepang hampir seluruhnya lumpuh akibat kerusakan perang. Di dalam negeri Jepang terjadi krisis pangan, inflasi dan pertambahan penduduk yang melonjak. Dengan restotasi Meiji dan reformasi setelah perang dunia II Jepang berhasil kembali pulih dan menjadi negara besar seperti sekarang. Atas kerja keras pemerintah dan rakyatnya Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki GNP terbesar di dunia setelah Amerika. Jepang juga merupakan negara peringkat kelima untuk GNP per kapita dan peringkat keenam untuk pendapatan per kapita penduduk. Pendapatan per kapita penduduk Jepang selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Jepang berhasil membangun ekonomi karena hasil kerja keras orang Jepang yang mempunyai moto: “oitsuki, okose” atau “kejarlah dan lebihilah”.

Industri dan Teknologi

Ada empat kawasan industri utama di Jepang yaitu Keihin, Chûkyô, Hanshin dan daerah Kyushu utara. Industri terkonsentrasi di sepanjang Pasifik Belt yaitu daerah selatan Kanto ke utara Kyushu di sepanjang garis pantai laut Pasifik dan Inland. Daerah industri Keihin meliputi Tokyo dan Kanagawa. Daerah Keihin terkenal dengan manufaktur mesin dan industri publishing dan printing. Daerah Chûkyô meliputi Aichi dan Mie yang terkenal dengan industri automobile, petrochemical, manufaktur wol. Daerah Hanshin meliputi daerah Osaka dan Hyogo dengan industri utamanya manufaktur peralatan listrik. Sedangkan daerah utara Kyushu terkenal industri besi dan baja.

Perekonomian Jepang

Karakteristik Industri Jepang diantaranya:

  • Jepang berkonsentrasi pada industri manufaktur chemical dan mesin-mesin berat.
  • Terdapat banyak pabrik kecil dan menengah di Jepang.
  • Manufaktur otomatis dan produk refinement merupakan prioritas sekarang ini di Jepang. Produk IC, komputer dan peralatan elektronik berteknologi tinggi lainnya terus bertambah.

Meskipun Jepang unggul di bidang industri, negara ini miskin dalam pengadaan sumber daya alam. Dan untuk mengatasi kekurangan tersebut, pola umum yang dijalankan Jepang biasanya mengimpor bahan-bahan mentah dari negara lain, lalu mengolah dann membuatnya sebagai barang jadi yang dijual didalam negeri atau dieskpor. Jepang bergantung pada bahan baku dan bahan bakar yang diimpor dari seluruh dunia terutama dari negara-negara Pasifik. Jepang mengekspor produk manufaktur dan barang ekspor utamanya adalah produk teknologi tinggi seperti mobil dan komputer.