Bis Jepang

Bis Jepang

Transportasi Bis Jepang

Bis Jepang merupakan alat transportasi yang penting bagi warga Jepang, tetapi karena ketidaktepatan waktu pemberangkatan dan bertambahnya kendaraan pribadi menyebabkan semakin berkurangnya orang yang menggunakan jasa bis. Oleh karena itu strategi yang digunakan negara Jepang adalah menyediakan jalur bis untuk menghindari kemacetan sehingga ketidaktepatan pemberangkatan dapat ditanggulangi, menurunkan ongkos bis untuk perjalanan jarak pendek dan mengadakan penambahan fungsi dari bis itu sendiri misalnya yang sekarang berkembang di Jepang di antaranya community bus yaitu bis untuk mengantar jemput para manula ke rumah sakit atau klinik.

Pada Tahun 2000 di berbagai transportasi umum didirikan kôtsû baria furi hô yaitu transportasi yang menyediakan fasilitas untuk manula, cacat, hamil ataupun yang terluka. Untuk menyediakan fasilitas ini sekarang terdapat bis “one step bus” dengan tangga yang rendah dan tidak terdapat tangganya sama sekali.

Di Jepang bis akan berhenti di tempat penghentian bis saja. Tidak hanya itu saja, di Jepang juga terdapat beberapa jenis bis di mana cara naik dan turunnya berbeda. Untuk bis yang dikendarai oleh seorang supir (wanmankā), penumpang masuk lewat pintu depan kemudian membayar ongkos baik cah atau dengan kartu dan turun dari pintu belakang. Bis ini biasanya menggunakan tarif bis yang sama. Sedangkan untuk bis yang menggunakan tarif yang berbeda seperti city bus, penumpang masuk dari pintu belakang, mengambil tiket dan turun dari pintu depan.

Pada tiket yang diambil tertera nomor. Nomor tersebut adalah nomor penghentian di mana penumpang naik. Nomor ini berhubungan dengan berapa ongkos yang harus dibayar. Untuk besarnya ongkos dapat dilihat dengan mencocokan nomor tiket dengan jumlah dibawahnya. Ongkos tidak langsung diberikan kepada supir bis, tetapi dimasukkan ke tempat pembayaran yang terdapat di dekat kursi supir. Di tempat pembayaran tidak hanya untuk pembayaran tetapi juga dapat menukarkan uang dengan recehan untuk mempermudah ketika akan membayar ongkos.

Di dalam bis terdapat tape recorder yang mengumumkan di terminal mana bis tersebut akan berhenti. Apabila akan turun di terminal tersebut, penumpang harus memijit bel yang biasanya terdapat di dinding bis di atas tempat duduk penumpang. Perlu diperhatikan bahwa di Jepang bis hanya beroperasi sampai jam 10 malam dan lebih dari jam 10 transportasi yang dapat digunakan adalah taksi.

Ada yang mencolok dari kursi yang terdapat di dalam bis Jepang, yaitu sirubā shīto. Kursi ini dikhususkan untuk orang-orang cacat, manula atau ibu hamil. Tidak hanya itu di dalam bis atau kereta terdapat tsurigawa untuk pegangan penumpang yang berdiri.

Bis di  Jepang

Berikut ini langkah-langkah ketika naik bis di Jepang:

  • Tunggulah bis di pemberhentian bis (basutei/basu noriba). Di Jepang penghentian bis tidak selalu ada tempat duduk seperti di Indonesia. Tetapi kadang hanya terdapat tanda penghentian bis saja.
  • Lihatlah rute bis dan carilah nomor bis yang pergi menuju tempat tujuan.
  • Ketika naik bis ambillah tiket yang ada di dekat pintu masuk. Karena nomor tersebut menunjukkan berapa ongkos yang harus dibayar. Apabila menggunakan kartu masukkanlah kartu tersebut ke dalam mesin pembaca kartu.
  • Ketika nama tempat pemberhentian yang dituju disebut, pijitlah tombol (bel) yang biasanya berada di atas dekat kaca bis.
  • Begitu bis berhenti masukkanlah ongkos bis dan tiketnya ke mesin yang berada di sebelah kiri supir. Untuk berapa ongkosnya tinggal melihat ke panel di atas dekat supir. Dipanel tersebut biasanya tertera nomor dan di bawahnya tertera berapa biaya yang harus dibayar.
  • Perlu diperhatikan pada waktu membayar dengan uang pas, penukaran dengan uang receh sebaiknya dilakukan sebelum berhenti di tempat tujuan. Meskipun tiket dan ongkos dimasukkan bersamaan dan tidak diperlihatkan kepada supir, apabila ongkos kurang maka mesin akan berbunyi dan bisa diketahui berapa kekurangan ongkos tersebut.