Beasiswa ke Jepang untuk Mahasiswa

Beasiswa ke Jepang untuk Mahasiswa

Persyaratan Teknis Beasiswa ke Jepang untuk Mahasiswa

Mengingat ketatnya persaingan yang harus dihadapi dalam memperebutkan peluang beasiswa ke Jepang untuk mahasiswa, para penerima beasiswa harus mempersiapkan secara matang. Salah satunya adalah mempersiapkan segala hal untuk memenuhi persyaratan mengikuti program beasiswa tersebut.

Berikut ini hal-hal teknis yang harus dipersiapkan:

Prestasi Akademik

Tidak bisa dipungkiri, prestasi akademik merupakan investasi masa depan. Meski pada dasarnya prestasi akademik bukan merupakan syarat mutlak dalam mendapatkan beasiswa ke luar negeri, namun hal ini merupakan tiket utama yang harus dipenuhi. Mustahil calon penerima beasiswa akan bisa memenangkan beasiswa apabila tidak dibekali dengan prestasi akademik yang memadai. Dengan demikian penting bagi para calon penerima beasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik guna memuluskan perjuangan memperebutkan beasiswa.

Mengingat ketatnya persaingan yang harus dihadapi oleh para calon penerima beasiswa, semakin baik nilai akademik yang dimiliki maka kesempatan untuk memenangkan beasiswa ke Jepang akan lebih terbuka lebar.  Beasiswa ke luar negeri biasanya mensyaratkan nilai kelulusan akhir (IPK/GPA) dengan grade tertentu. Pada umumnya pihak penyedia beasiswa mengharuskan calon penerima beasiswa memiliki nilai IPK/GPA minimum 3,0 (untuk skala 4,00) untuk mahasiswa.

Kecakapan Berbahasa Inggris

Untuk bisa memenangkan beasiswa ke luar negeri, calon penerima beasiswa harus memiliki kecakapan dalam berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan nilai skor TOEFL atau IELTS. Biasanya untuk beasiswa ke luar negeri batasan TOEFL yang harus dimiliki oleh calon penerima beasiswa yaitu berkisar 550-600, sementara untuk nilai skor IELTS berkisar 6,6-7,5.

Meski untuk beasiswa ke Jepang bukan persyaratan utama yang harus dipenuhi namun apabila Anda memiliki sertifikat TOEFL atau IELTS biasanya akan lebih diutamakan. Baik TOEFL maupun IELTS keduanya sama-sama menguji kecakapan calon penerima beasiswa dalam bahasa Inggris, hanya saja dengan spesifikasi ujian yang berbeda. IELTS menguji kemampuan calon penerima beasiswa dengan kompetensi listening, reading, writing dan speaking. Sementara TOEFL menguji kemampuan calon penerima beasiswa dengan kompetensi listening, reading dan writing.

Kecakapan Berbahasa Jepang

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan beasiwa ke Jepang untuk mahasiswa adalah memiliki kecakapan dalam berbahasa Jepang. Kecakapan berbahasa Jepang dibuktikan dengan sertifikat JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

JLPT merupakan ujian kemampuan bahasa Jepang bagi penutur asing bahasa Jepang atau bisa juga dikenal dengan Nihongo Nôryoku Shiken. JLPT pertama kali dilaksanakan pada tahun 1984 oleh Japan Foundation dan asosiasi internasional di Jepang dengan jumlah peserta sebanyak 7000 orang.

Dewasa ini JLPT menjadi ujian kemampuan bahasa Jepang terbesar di dunia dengan jumlah peserta ribuan bahkan jutaan orang. Biasanya ujian ini diselenggarakan pada bulan Desember dalam setiap tahunnya.

JLPT pada mulanya memiliki empat tingkat kesulitan N1, N2, N3, N4. Akan tetapi semenjak 2010 seiring dengan upaya peningkatan pemahaman bahasa Jepang oleh pemerintah Jepang sistem tersebut kemudian mengalami perubahan. Ujian JLPT yang sebelumnya memiliki empat tingkat (level)  kemudian menjadi lima tingkat (level) yaitu N1, N2, N3, N4, N5 dan diselenggarakan dua kali dalam setahun. Khusus untuk tingkat N1, N2 dan N3 diselenggarakan pada bulan Juli dan Desember.