Apartemen di Jepang

Apartemen di Jepang

Cara Sewa Apartemen di Jepang

Apartemen di Jepang dikenal dengan apāto berbeda imagenya dengan apartemen yang ada di Indonesia. Di Indonesia apartemen biasanya terkesan mewah dan mahal tetapi di Jepang apartemen merupakan salah satu tempat tinggal yang murah dibandingkan mansion (mashon) ataupun rumah. Di Jepang tidak ada tempat kos seperti di Indonesia karena pada umumnya yang digunakan apāto, manshon atau shataku (tempat tinggal yang disediakan oleh perusahaan).

Oleh karena itu banyak hal yang perlu diperhatikan ketika menyewa apartemen atau manshon di Jepang diantaranya:

Kontrak apartemen (apāto no keiyaku)

Berbeda dengan di Indonesia di Jepang apabila menyewa sebuah apartemen perlu kontrak atau perjanjian antara pihak yang akan menyewa dengan pihak agen atau pemilik apartemen tersebut. Sebelum menandatangani surat kontrak terlebih dahulu baca dengan seksama isi surat kontrak tersebut. Poin-poin yang perlu diperhatikan diantaranya:

  • Perpanjangan kontrak: Tertulis cara-cara perpanjangan pada waktu berakhirnya masa kontrak.
  • Pemutusan kontrak: Biasanya tertulis cara-cara pemutusan kontrak dan waktu minimal pemberitahuan pemutusan kontrak. Apabila akan pindah atau memutuskan kontrak tidak bisa kapan saja atau beberapa hari akan pindah tetapi biasanya minimal dua bulan sebelumnya harus ada pemberitahuan baik secara langsung ataupun melalui kartu pos mengenai hari, tanggal dan waktu, jam berapa akan meninggalkan tempat tinggal tersebut. Biasanya sebelum meninggalkan apartemen pemilik atau agen yang bertanggungjawab akan mengecek keadaan apartemen tersebut apa ada kerusakan atau tidak. Apabila ada kerusakan biasanya penyewa diharuskan untuk mengganti atau membayar perbaikan kerusakan tersebut.
  • Biaya administrasi: Di Jepang ketika menyewa apartemen ada beberapa biaya yang dikenakan selain bulanan misalnya shikikin (uang jaminan) dan reikin (uang komisi). Shikikin atau reikin tidak ditetapkan secara hukum tetapi merupakan kebiasaan orang Jepang di tiap daerah sehingga jumlah dan bagaimana shikikin atau reikin tersebut tergantung daerahnya. Ada yang satu kali uang sewa sebulan dan ada juga yang dua kali uang sewa apartemen tersebut.
  • Hal-hal yang dilarang: Di dalam kontrak biasanya dicantumkan hal-hal yang dilarang misalnya dilarang memelihara hewan peliharaan atau memainkan musik dan sebagainya tergantung pemilik apartemen.

Kondisi Apartemen

Pada umumnya kondisi apartemen ketika disewa biasanya dalam keadaan kosong dan yang biasa tersedia adalah oshi ire dan kompor gas. Sehingga masih banyak hal yang harus dilakukan oleh si penyewa seperti membeli perlengkapan rumah seperti futon (kasur lipat) untuk tidur dan sebagainya. Tidak hanya itu penyewa pun harus mengontak perusahaan gas di daerah setempat karena meskipun kompor gas tersedia belum dialiri gas. Gas di Jepang menggunakan sistem city gas. Hal ini berbeda dengan gas di Indonesia di mana ketika akan menggunakan gas hanya tinggal membeli gas dalam tabung.

Dan untuk pembayaran gas maupun listrik biasanya dilakukan melalui bank atau dengan istilah hikikomi (pemotongan otomatis dari rekening bank). Oleh karena itu sangat perlu untuk memiliki rekening bank apabila akan tinggal lama di Jepang.